Dasa Dharma Pramuka: Rumusan dan Makna

dasa dharma pramuka

Update Terakhir: 12 Juni 2022 oleh Adha Susanto

Dasa Dharma Pramuka adalah sebuah pedoman yang memiliki makna bagi anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari yang telah melewati empat kali rumusan. Secara bahasa Dasa Dharma berasal bahasa sanskerta terdiri dari dua kata, yaitu “Dasa dan Dharma“. Arti dari Dasa adalah sepuluh, sedangkan Dharma adalah kewajiban, aturan dan kebenaran.

Dasa Dharma mengandung nilai dan makna moral yang menjadi dasar untuk menjalankan sebuah tugas. Dengan mengamalkan Dasa Dharma, maka setiap anggota bisa menanamkan nilai luhur yang akan bermanfaat dalam tata kehidupan bermasyarakat.

Terbentuknya Dasa Dharma yang sekarang tidak lepas perjalanan sejarah yang panjang. Karena dalam pembuatannya tidak berasal dari ide satu orang saja. Melainkan dari beberapa ide yang terkumpulkan menjadi satu.

Dan berikut adalah serangkaian rumusan Dasa Dharma Pramuka yang dapat kita ketahui.

Rumusan Dasa Dharma Pramuka

Untuk menjadi Dasa Dharma yang sekarang kita gunakan, terdapat empat kali perubahan isi yang mana setiap poinnya dapat kita simak dalam artikel berikut.

Simple Calculator Lite

Pertama (1961-1966)

Dasa Dharma itu merupakan lampiran dari KEPRES 238 tahun 1961. Hasil rumusan yang pertama kali diberikan oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka.

Dengan awalan “Pramuka itu” pada setiap poinnya berikut adalah isi rumusan Dasa Dharma yang pertama:

  1. dapat dipercaya
  2. setia
  3. sopan dan perwira
  4. sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
  5. penyayang sesama makhluk
  6. siap menolong dan wajib berjasa
  7. dapat menjalankan perintah tanpa membantah
  8. sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
  9. hemat dan cermat
  10. suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan

Kedua (1966-1974)

Dasa Dharma rumusan kedua merupakan hasil dari Muker Anpuda. Muker Anpuda sendiri merupakan akronim dari Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah. Dan sekarang telah telah kita kenal dengan Munas atau Musyawarah Nasional.

Dengan awalan “Kami Pramuka Indonesia” pada setiap poinnya berikut adalah isi rumusan Dasa Dharma yang kedua:

  1. bertakwa kepada Tuhan YME
  2. berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
  3. giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
  4. ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia
  5. bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
  6. dapat dipercaya dan berbudi luhur
  7. hemat, cermat dan bersahaja
  8. pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
  9. berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
  10. berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin

Ketiga (1978)

Untuk rumusan yang ketiga ini merupakan Dasa Dharma Pramuka yang berasal dari kesepakatan Munas Bukit Tinggi, berdasarkan amanat MPP tahun 1970 dan Munas tahun 1974.

Pada kesepakatan tersebut menghasilkan rekomendasi perubahan dari teks Dasa Dharma yang berbunyi:

Dasa Dharma Pramuka, PRAMUKA ITU :

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
  3. Patriot yang sopan dan perwira
  4. Suka bermusyawarah dan patuh
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, riang dan terampil
  7. Hemat, cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, setia dan berani
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan

Rumusan Dasa Dharma Pramuka Keempat (1978)

Munas Gerakan Pramuka di Manado, mengeluarkan memorandum tentang perumusan ulang dari Dasa Dharma Pramuka, dan setelah itu terbitlah dalam SK Kwartir Nasional Nomor 036/KN/79. Dan inilah yang menjadi Dasa Dharma yang kita gunakan sampai dengan saat ini, yaitu:

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil dan gembira
  7. Hemat, cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Baca juga:

Makna Dasa Dharma Pramuka

Sepuluh poin kebaikan yang terkandung dalamnya memiliki makna dan pesan sebagai berikut.

Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dharma yang pertama ini memiliki makna agar setiap anggota Pramuka menanamkan sifat takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Serta menjunjung tinggi harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Seorang Pramuka juga harus memiliki sikap toleransi terhadap agama lain dan mempersilakan anggota yang berbeda keyakinan untuk beribadah.

Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia

Makna dari isi Dasa Dharma yang kedua yaitu setiap anggota Pramuka juga harus memiliki cinta kasih sayang bukan hanya kepada manusia melainkan juga kepada makhluk hidup lainnya (hewan dan tumbuhan). Maka, setiap anggota Pramuka dapat mewujudkan lingkungan yang nyaman, aman dan penuh kegembiraan.

Patriot yang Sopan dan Ksatria

Dharma yang ketiga memiliki makna yaitu seorang anggota Pramuka harus memiliki sifat sopan santun ketika menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat. Selain itu, mereka juga wajib untuk ikut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia demi mewujudkan negara yang aman, tentram dan sejahtera.

Patuh dan Suka Bermusyawarah

Dasa Dharma yang keempat memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka wajib untuk mematuhi setiap peraturan dan tugas yang telah diberikan. Sehingga, bagi anggota Pramuka wajib untuk menghadapi seluruh perintah dan tidak boleh untuk menolaknya. Selain itu, ketika mengambil keputusan, harus melalui mekanisme bermusyawarah mufakat untuk mendapatkan keputusan yang tidak merugikan.

Rela Menolong dan Tabah

Dharma yang kelima memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka wajib untuk memiliki sikap rela menolong kepada sesama dengan tanpa membeda-bedakan suku, golongan, ras, atau agama. Kemudian dalam menjalani kehidupan sehari-hari anggota Pramuka juga harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan musibah.

Dasa Dharma Pramuka keenam Rajin, Terampil, dan Gembira

Dharma yang keenam memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki sikap rajin ketika menjalankan sebuah tugas baik dari orang tua, guru, atau kakak Pembina. Selain itu, setiap anggota Pramuka juga wajib untuk memiliki kecakapan dan ketrampilan yang tertuang dalam buku SKU. Dalam menjalankan kewajiban harus dengan perasaan riang gembira.

Hemat, Cermat, dan Bersahaja

Dharma yang ketujuh memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki sifat yang hemat, cermat, dan bersahaja. Maka dari itu, sudah menjadi tugas seluruh anggota Pramuka untuk memiliki kebiasaan baik ketika menempatkan segala sesuatu sesuai dengan manfaat, fungsinya dan sederhana (tidak berlebihan).

Disiplin, Berani, dan Setia

Dharma yang kedelapan memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki karakter dan jiwa yang disiplin. Berani menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat dan juga tidak merugikan banyak pihak. Selain itu, wajib menjunjung tinggi kesetiaan terhadap Gerakan Pramuka dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bertanggungjawab dan Dapat Dipercaya

Dharma yang kesembilan memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus berani bertanggung jawab atas segala perkataannya dan tindakannya. Selain itu, anggota Pramuka harus memiliki kepercayaan mampu untuk melaksanakan tugas dan tidak pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.

Suci Dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Dharma yang kesepuluh atau terakhir yaitu setiap anggota Pramuka wajib menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. Oleh karena itu, anggota Pramuka tidak boleh asal dalam bertutur kata dan berperilaku. Mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, adalah kunci untuk mengamalkan setiap Dharma ke-1 hingga yang ke-10.

Demikian artikel tentang Dasa Dharma Pramuka dan Penjelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat ^_^

Baca juga:

About Abdul Jalil

Pandega "Anguilla Rostrata" di Racana Diponegoro

View all posts by Abdul Jalil →