Dasa Dharma Pramuka dan Penjelasannya

Update Terakhir: 22 Oktober 2021 oleh Abdul Jalil

Dasa Dharma Pramuka adalah sebuah pedoman bagi anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Secara bahasa Dasa Dharma berasal bahasa sanskerta terdiri dari dua kata, yaitu “Dasa dan Dharma“. Arti dari Dasa adalah sepuluh, sedangkan Dharma adalah kewajiban, aturan dan kebenaran.

Dasa Dharma mengandung nilai moral yang menjadi dasar untuk menjalankan sebuah tugas. Dengan mengamalkan Dasa Dharma, maka setiap anggota bisa menanamkan nilai luhur yang akan bermanfaat dalam tata kehidupan bermasyarakat.

Berikut isi dari Dasa Dharma Pramuka:

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil dan gembira
  7. Hemat, cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Baca juga:

Berikut ini adalah penjelasan atau makna dari setiap Dharma Pramuka:

Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dharma yang pertama ini memiliki makna agar setiap anggota Pramuka menanamkan sifat takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Serta menjunjung tinggi harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Seorang Pramuka juga harus memiliki sikap toleransi terhadap agama lain dan mempersilakan anggota yang berbeda keyakinan untuk beribadah.

Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia

Dharma yang kedua memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka juga harus memiliki cinta kasih sayang bukan hanya kepada manusia melainkan juga kepada makhluk hidup lainnya (hewan dan tumbuhan). Maka, setiap anggota Pramuka dapat mewujudkan lingkungan yang nyaman, aman dan penuh kegembiraan.

Patriot Yang Sopan dan Kesatria

Dharma yang ketiga memiliki makna yaitu seorang anggota Pramuka harus memiliki sifat sopan santun ketika menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat. Selain itu, mereka juga wajib untuk ikut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia demi mewujudkan negara yang aman, tentram dan sejahtera.

Patuh dan Suka Bermusyawarah

Dharma yang keempat memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka wajib untuk mematuhi setiap peraturan dan tugas yang telah diberikan. Sehingga, bagi anggota Pramuka wajib untuk menghadapi seluruh perintah dan tidak boleh untuk menolaknya. Selain itu, ketika mengambil keputusan, harus melalui mekanisme bermusyawarah mufakat untuk mendapatkan keputusan yang tidak merugikan.

Rela Menolong dan Tabah

Dharma yang kelima memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka wajib untuk memiliki sikap rela menolong kepada sesama dengan tanpa membeda-bedakan suku, golongan, ras, atau agama. Kemudian dalam menjalani kehidupan sehari-hari anggota Pramuka juga harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan musibah.

Rajin, Terampil, dan Gembira

Dharma yang keenam memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki sikap rajin ketika menjalankan sebuah tugas baik dari orang tua, guru, atau kakak Pembina. Selain itu, setiap anggota Pramuka juga wajib untuk memiliki kecakapan dan ketrampilan yang tertuang dalam buku SKU. Dalam menjalankan kewajiban harus dengan perasaan riang gembira.

Hemat, Cermat, dan Bersahaja

Dharma yang ketujuh memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki sifat yang hemat, cermat, dan bersahaja. Maka dari itu, sudah menjadi tugas seluruh anggota Pramuka untuk memiliki kebiasaan baik ketika menempatkan segala sesuatu sesuai dengan manfaat, fungsinya dan sederhana (tidak berlebihan).

Disiplin, Berani, dan Setia

Dharma yang kedelapan memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus memiliki karakter dan jiwa yang disiplin. Berani menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat dan juga tidak merugikan banyak pihak. Selain itu, wajib menjunjung tinggi kesetiaan terhadap Gerakan Pramuka dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya

Dharma yang kesembilan memiliki makna yaitu setiap anggota Pramuka harus berani bertanggung jawab atas segala perkataannya dan tindakannya. Selain itu, anggota Pramuka harus memiliki kepercayaan mampu untuk melaksanakan tugas dan tidak pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.

Suci Dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Dharma yang kesepuluh atau terakhir yaitu setiap anggota Pramuka wajib menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. Oleh karena itu, anggota Pramuka tidak boleh asal dalam bertutur kata dan berperilaku. Mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, adalah kunci untuk mengamalkan setiap Dharma ke-1 hingga yang ke-10.

Demikian artikel tentang Dasa Dharma Pramuka dan Penjelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat ^_^

Baca juga:

About Abdul Jalil

Pandega "Anguilla Rostrata" di Racana Diponegoro

View all posts by Abdul Jalil →