Musyawarah Ambalan: Tujuan, Waktu, dan Pertanyaan

tujuan musyawarah ambalan

Update Terakhir: 12 Juni 2022 oleh Adha Susanto

Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan Musyawarah Ambalan yang memiliki tujuan dan manfaat bagi seluruh anggota. Lalu bagaimana pelaksanaan, bagian dan pertanyaan selama pelaksanaan musyawarah Ambalan itu? Simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Secara definisi musyawarah Ambalan merupakan suatu kewajiban yang harus terlaksanakan untuk menanamkan kedisiplinan dan permusyawaratan Ambalan.

Tujuan dan bagian – bagian musyawarah Ambalan

Sebagai forum tertinggi dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan oleh suatu Ambalan. Musyawarah memiliki beberapa tujuan penting bagi anggota Pramuka yakni sebagai berikut:

  1. Menanamkan nilai kebersamaan
  2. Meningkatkan rasa memiliki
  3. Meningkatkan kedisiplinan
  4. Menyampaikan aspirasi
  5. Mengelola organisasi

Dalam pelaksanaannya harus memenuhi syarat seperti jumlah peserta dan beberapa agenda pokok penting. Kemudian dalam agenda pokok akan terbagi lagi menjadi beberapa bagian untuk dapat memperoleh tujuan dalam musyawarah.

Baca Juga:

Simple Calculator Lite

Sedangkan beberapa unsur peserta yang wajib ada dalam pelaksanaan musyawarah terdiri dari:

  1. Pengurus Ambalan yang lama
  2. Para Pemimpin / wakil pemimpin Sangga
  3. Anggota
  4. Pembina Penegak/ Pandega sebagai konsultan/ Penasehat

Setelah unsur peserta terpenuhi maka pelaksanaan musyawarah pun dapat di laksanakan dengan beberapa agenda pokok musyawarah Ambalan.

Ada pun beberapa agenda pokok musyawarah yang umum terlaksana terdiri dari:

  1. Mendengarkan dan menanggapi laporan pertanggungjawaban pengurus Ambalan masa bakti pengurus lama
  2. Mengevaluasi Program kerja yang telah terlaksana
  3. Menyusun Rencana/Program kerja untuk masa bakti yang akan datang
  4. Memilih Pengurus Ambalan untuk masa bakti yang akan datang

Bagian – bagian dalam pelaksanaan musyawarah terdiri dari.

Sidang pendahuluan

Dalam sidang ini para peserta sidang akan menentukan pimpinan sidang Pendahuluan. Dan umumnya pemimpin dalam sidang ini adalah Pradana atau pengurus lainnya yang telah terpilih.

Serta dalam pelaksanaannya sidang pendahuluan akan membahas beberapa agenda musyawarah Ambalan penting yang terdiri dari:

  1. Menetapkan tata tertib dan agenda acara
  2. Memilih dan menetapkan pimpinan sidang-sidang selanjutnya/ bisa membentuk semacam Presidium. (Biasanya dipilih 3 orang yang terdiri 1 orang ketua dan 2 orang anggota ).

Persidangan musyawarah Ambalan

Pada persidangan ini akan terbagi dalam tiga rapat pleno yang mana setiap rapatnya memiliki beberapa agenda. Dan berikut serangkaian rapat pleno.

bagian, pertanyaan, dan waktu pelaksanaan  musyawarah ambalan
Pelaksanaan musyawarah Ambalan – Pramukadiy

Rapat Pleno I

Pimpinan sidang dalam rapat pleno I ini adalah ia yang telah terpilih sebagai Presidium. Adapun beberapa agenda acara ini akan dipimpin oleh presedium yang terdiri dari:

  1. Mendengarkan laporan Pertanggungjawaban Pradana/ Pengurus ambalan selama masa baktinya
  2. Melakukan evaluasi kegiatan yang telah terlaksana selama masa baktinya
  3. Mengesahkan laporan Pertanggungjawaban pengurus Ambalan lama

Rapat Pleno II

Pelaksanaan rapat pleno II dalam musyawarah Ambalan terfokuskan pada pembagian komisi yang terdiri dari peserta sidang dengan status anggota aktif. Adapun susunan rapat pleno II ini terdiri dari:

  1. Pembagian Bidang/komisi yang akan terbentuk untuk menyusun rencana/program kerja
  2. Melaksanakan Rapat Rapat komisi/masing-masing bidang Bidang/komisi tersebut

Komisi organisasi dan keuangan (Kode A)

Membicarakan struktur pengurus / Dewan yang akan terbentuk sesuai dengan kebutuhan. Termasuk keberadaan Dewan Kehormatan.

Dalam komisi ini juga menetapkan tata cara pemilihan Pradana dan pengurus Dewan ambalan. Menetapkan sistem administrasi dan besarnya iuran anggota dan lain – lain.

Baca Juga:

Komisi Kegiatan (Kode B)

Tugas utama pada komisi ini yakni menyusun rencana/program kerja yang akan datang. Bentuk kegiatan maupun latihan rutin yang akan terjadwalkan pada periode pengurus Ambalan selanjutnya.

Adat / sandi / pusaka Ambalan (Kode C)

Komisi yang bertugas untuk membahas peninjauan terhadap Adat/ Sandi / Pusaka Ambalan apakah masih relevan dan sesuai dengan lingkungan Ambalan.

Rapat Pleno III

Agenda utama dari rapat Pleno III dalam musyawarah Ambalan ini terdiri dari:

  1. Mendengarkan dan menanggapi laporan hasil rapat komisi/ masing-masing bidang
  2. Mengesahkan hasil rapat dari masing masing bidang/komisi
  3. Membentuk tim Perumus. Tim Perumus ini bertugas menyusun seluruh hasil keputusan dari rapat- rapat komisi
  4. Mengadakan Pemilihan Pengurus Ambalan setelah mendengarkan hasil dari rapat tim perumus sub komisi organisasi/ keuangan

Ketika melaksanakan pemilihan Pengurus Dewan Ambalan dapat di lakukan dengan berbagai macam cara misalnya:

  1. Pemilihan secara langsung Pradana dan kemudian melengkapi susunan pengurusnya
  2. Secara langsung Pradana dan membentuk tim formatur. Tim Formatur adalah tim yang bertugas menyusun pengurus dengan masa tugas dan jangka waktu tertentu. Pimpinan tim Formatur adalah seorang Pradana yang terpilih
  3. Memilih seluruh pengurus Dewan Ambalan yang teramanahkan kepada tim Formatur
  4. Pemilihan secara langsung Pradana yang terlaksana dalam waktu tertentu dan terlakukan secara langsung. Umum, bebas dan rahasia oleh seluruh anggota Ambalan/ Racana

Sidang penutup

Pada sidang ini presedium akan mengesahkan seluruh hasil keputusan musyawarah. Serta menutup agenda sidang secara keseluruhan.

Adapun beberapa rangkaian acara sidang penutup ini terdiri dari:

  1. Membacakan seluruh hasil dan kesimpulan selama sidang sekaligus mengesahkannya
  2. Menyerahkan hasil tim perumus kepada Pradana terpilih untuk menyelesaikan tugas – tugasnya. Misalnya tugas tim Formatur dan lain – lain (apabila pemilihan terlaksanakan dalam acara saat itu juga)
  3. Menutup sidang

Agar waktu pelaksanaan musyawarah Ambalan dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan ang diinginkan. Maka dalam pelaksanaannya perlu persiapan – persiapan yang matang dari panitia dan seluruh pihak terkait.

Terutama berbagai draf laporan dan apa saja yang akan menjadi bahasan dalam musyawarah. Misalnya tata tertib/ agenda sidang, bahan sidang komisi-komisi/ bidang dan lain sebagainya.

Bahkan telah menyiapkan susunan draf atau format SK pengesahan masing-masing sidang/rapat.

Baca Juga:

Pertanyaan dalam musyawarah

Tujuan utama dalam pelakasanaan musyawarah adalah untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi, dan menyusun kembali program kegiatan.

Dalam pelaksanaannya sangat di perlukan keseriusan dari berbagai pihak. Termasuk mengkritisi jalannya kegiatan serta mengevaluasi keberjalanan pengurus Ambalan yang lama.

Pertanyaan pun sering muncul dalam pelaksanaan musyawarah Ambalan untuk menggali informasi dan menyampaikan aspirasi serta mengkritisi.

Beberapa pertanyaan dalam kegiatan musyawarah Ambalan yang sering muncul adalah sebagai berikut:

  1. Apakah tata tertib seperti ini dapat meningkatkan jumlah partisipasi peserta?
  2. Bagaimanakah cara pengelolaan keuangan selama ini, kok bisa ada uang yang keluar tidak tercatat oleh bendahara kegiatan dan dewan?
  3. Perlukah program A ini kita pertahankan?
  4. Mengapa waktu itu tidak pernah terpikirkan untuk mengarsipkan surat masuk?

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Universitas Diponegoro dan Racana Diponegoro dengan nama Pandega Bala Shark

View all posts by Adha Susanto →