Program Kerja Dewan Ambalan: Contoh dan Penjelasannya

program kerja dewan ambalan

Update Terakhir: 12 Agustus 2022 oleh Abdul Jalil

Selama satu tahun memegang kendali organisasi ambalan, dewan melaksanakan beberapa program kerja yang telah tersusun. Baik program kerja dari pradana, juru adat, kerani dan bidang. Nah bagaimana mengorganisasikan seluruh program kerja tersebut? Berikut adalah beberapa contoh program kerja serta cara mengorganisasikannya.

Menjadi anggota dewan badan pengurus harian dan bidang memiliki tantangan dan keuntungan sendiri. Tantangan utamanya adalah bagaimana mengelola dan mengkomunikasikan antar bidang dewan dengan anggota ambalan. Sedangkan keuntungannya adalah lebih mampu memanajemen waktu dan memiliki relasi lebih luas.

Untuk merasakan tantangan dan keuntungannya maka seorang anggota dewan memiliki pemikiran dan pengetahuannya sendiri. Seorang anggota dewan akan selalu mempunyai pemikiran yang visioner dalam mengelola ambalan. Termasuk salah satunya adalah berpikir untuk merancang rencana program kerja selama satu tahun menjalankan amanahnya.

Baca juga:

Program Kerja Dewan Ambalan

Umumnya dewan pengurus harian ambalan terdiri dari pradana, juru adat, kerani dan juru uang. Sedangkan untuk bidang – bidang yang lain menyesuaikan dengan kebutuhan setiap ambalan.

Simple Calculator Lite

Pada kali ini kita akan memberikan referensi contoh program kerja dewan ambalan badan pengurus harian dan beberapa bidangnya.

Pradana

Sebagai pemimpin ambalan seorang pradana memiliki program dan tugas kerja yang boleh terbilang berat. Karena harus mengorganisasikan berbagai macam program kerja dewan ambalan selama satu tahun. Program dewan ambalan tidak saling bertabrakan dan anggota mudah untuk menerimanya menjadi parameter keberhasilan kepemimpinan pradana.

Berikut dua contoh program kerja bagi pradana:

Anjangsana

Mencari pengetahuan dari luar ambalan atau gudep memiliki keuntungan yang lebih. Karena dengan begitu dewan ambalan sedikit banyak memiliki gambaran bagaimana cara mengelola ambalan kedepannya. Dan tentu saja pengelolaannya bersifat diversifikasi dengan kode etik adat ambalan.

Pradana dapat mengambil program kerja ini dengan menyesuaikan atau mencari jadwal kosong internal ambalan. Serta telah melakukan komunikasi jauh – jauh hari dengan pihak ambalan yang akan di kunjungi.

Ambalan yang menjadi tujuan anjangsana pun bisa dari dalam Kwarcab atau luar Kwarda. Dan tidak lupa pula seorang pradana harus riset keunggulan ambalan tersebut.

Lomba Tingkat Penggalang

Dalam rangka untuk memberikan citra positif ambalan dan gudep. Maka program kerja lomba tingkat penggalang dapat menjadi program besar pradana. Jika dinilai program kerja ini cukup ambisius dan visioner. Karena menjadi salah satu ajang untuk mempromosikan gudep ke para calon siswa baru nantinya.

Lomba tingkat penggalang menyesuaikan keadaan ambalan baik dari segi kesiapan dana dan dewan. Jika memiliki kesiapan lebih maka program kerja pradana minimal terlaksana setingkat Kwarcab. Tapi bila memang keadaan ambalan tidak memungkinkan untuk tingkat Kwarcab boleh saja setingkat Kwarran.

Baca Juga:

Juru adat

Tingkatan beban terberat kedua dalam dewan ambalan ada dalam adat. Adat memegang kendali dalam tata cara pelaksanaan dan penegakan kode etik adat ambalan yang berlaku. Seseorang yang berhak mengatur atau mengelola tata adat ambalan adalah juru adat atau pemangku adat.

Untuk memberikan kemudahan dalam menegakkan nilai – nilai adat ambalan. Maka sang juru adat dapat membuat serangkaian program kerja yang relevan. Adapun dua contoh program kerja yang sangat relevan adalah sebagai berikut:

Kelas Adat

Layaknya pengajaran dalam kelas biasa. Progran kerja kelas adat ini sangat efektif sebagai sarana untuk menyampaikan beberapa adat ambalan yang berlaku. Terlebih lagi program kelas adat khusus bagi anggota baru yang sudah terlantik menjadi tamu ambalan.

Dalam kelas adat ini juru adat dapat menyampaikan beberapa hal penting untuk anggota. Seperti menyampaikan atribut kelengkapan ambalan, benda adat ambalan, makna sandi ambalan, dan lain – lain. Asalkan jangan pernah menyampaikan tata cara pelantikan tingkatan penegak.

Selain dalam kelas adat, juru adat juga dapat menjadikan program ini ke dalam syarat pengisian SKU penegak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa paham anggota ambalan terhadap adat yang berlaku pada lingkungannya.

Penilaian Anggota

Entah nama apa yang cocok untuk program kerja ini. Kami menyerahkan penamaan program kerja ini pada juru adat dewan ambalan. Salah satu contoh program kerja dewan juru adat ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi anggota berprestasi. Prestasi itu boleh dari luar dan dalam kegiatan Pramuka. Dan berlaku untuk sebaliknya, yakni bagi anggota yang melanggar adat ambalan.

Kerani atau Sekretaris

Pengarsipan, pendataan jumlah anggota, dan administrasi adalah beberapa tugas utama dari kerani dewan ambalan. Selain menjalankan tugas – tugas utama tersebut kerani juga wajib merencanakan dan melaksanakan program kerja selama satu tahunnya.

Program kerja kerani ambalan tidak harus melalui sosialisasi seperti kelas adat. Kerani cukup memberikan pendampingan terhadap sekretaris kepanitian kegiatan. Serta bisa pula merancang program kerja yang bersifatnya inovasi pengelolaan arsip satu pintu dan terpadu. Baik berbasis teknologi dan non teknologi.

Juru Uang atau Bendahara

Tanpa juru uang mungkin ambalan akan keteteran terhadap pengelolaan anggaran. Karena dalam pengelolaan keuangan sangat membutuhkan orang yang fokus pada satu hal itu.

Tidak berbeda jauh dengan program kerja kerani dewan ambalan, juru uang cukup memberikan inovasi transparansi dana. Dana yang masuk melalui iuran anggota atau dari gudep senantiasa update dan transparan.

Transparansi dana bisa melalui media ambalan seperti website, instagram, dan papan informasi ambalan. Dari media tersebut juru uang dapat menyampaikan update keadaan dana kas ambalan setiap bulannya.

Program kerja dewan pradana, kerani, juru adat
Program kerja dewan pradana, kerani, juru adat –  pramuka_smansago_

Program Kerja Ambalan Bidang Hubungan Masyarakat

Sebagai penghubung antara ambalan dengan lingkungan sekitarnya, maka ambalan membutuhkan bidang yang menangani hal itu. Yakni bidang hubungan masyarakat (Humas). Humas dewan ambalan menyampaikan informasi seperti time line kegiatan melalui media massa. Serta beberapa informasi penting lainnya yang berkaitan dengan ambalan dan gudep.

Media massa dan perlengkapan fotografi ambalan adalah aset utama bagi dewan bidang humas. Aset bidang humas akan selalu bekerja untuk meningkatkan nilai diri ambalan. Semakin bagus program kerja bidang humas semakin bagus pula citra ambalan ke masyarakat.

Program kerja yang setidaknya mampu berdampak terhadap nilai ambalan adalah sebagai berikut:

Vidio Profil Ambalan

Seorang calon anggota pasti akan mencari sebanyak – banyak informasi mengenai calon gudepnya yang baru. Dan mereka pasti mencari informasi itu dari media resmi ambalan. Maka dengan adanya vidio profil ambalan tentunya akan sangat membantu calon anggota.

Reportase Kegiatan Ambalan

Jejak digital kegiatan Pramuka akhir – akhir terus meningkat. Bahkan setiap gudep menampilkan beberapa dokumentasi kegiatan melalui media resmi. Dengan meluncurkan reportase kegiatan, akan memberikan nilai positif dari masyarakat luas terhadap ambalan. Bahwa ambalan ternyata memiliki berbagai kegiatan yang menarik dan mendidik anggotanya dengan baik.

Mading Kegiatan Ambalan

Program kerja dewan ambalan bidang humas yang tidak kalah menarik adalah mading kegiatan. Mading kegiatan ini akan membantu publikasi internal ambalan. Mading dapat berisikan laporan keuangan, open recruitment kepanitian, dan lain – lain.

Bidang Perlengkapan Rumah Tangga

Memiliki nama lain sebagai bidang logistik, bidang perlengkapan rumah tangga ambalan sangat penting. Ambalan yang mempunyai banyak perlengkapannya tentunya membutuhkan bidang yang fokus untuk mengelolanya.

Melalui bidang perlengkapan rumah tangga, ambalan akan lebih aman dan nyaman untuk mengadakan dan mengatur asetnya. Dan dapat menjadi sebuah peluang usaha untuk menjadi sumber pendapatan ambalan. Khususnya melalui penyewaan perlengkapan berkemah.

Baca Juga:

Pengorganisasian Program Kerja Dewan Ambalan

Bagian terakhir adalah cara mengorganisasikan program kerja badan pengurus harian dan bidang. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan penempatan waktu dan peserta kegiatan yang optimal.

Penempatan atau Pemilihan Waktu

Dengan memilih waktu yang tepat maka badan pengurus haria dan beberapa bidanya tidak akan saling bertabrakan dalam melaksanakan kegiatan. Agar tidak saling bertabrakan maka dewan ambalan melaksanakan musyawarah internal untuk menentukan jadwal yang tepat.

Peserta Yang Maksimal

Ketika waktu telah tersusun sedemikian baik, maka peserta akan seiring dengannya. Hanya perlu bagaimana menjual program kerja dewan ambalan sedemikian menariknya.

Apakah mengadakan doorprize? Atau mampu memberikan tiket khusus penjenjangan tingkat penegak? Itu semua membutuhkan kreativitas dari dewan ambalan.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Universitas Diponegoro dan Racana Diponegoro dengan nama Pandega Bala Shark

View all posts by Adha Susanto →