Update Terakhir: 28 Desember 2025 oleh Adha Susanto
Estimated reading time: 5 menit
Sebelum ke Laksana, seorang anggota Pramuka sudah melewati materi di jenjang Bantara.
Pada dasarnya Pramuka ialah salah satu pendidikan non formal yang tujuan utamanya untuk membentuk sumberdaya yang unggul dan berkarakter.
Pasalnya, membentuk sumberdaya manusia unggul tidak saja berdasar dalam bidang sains, technology, engineering, dan mathematic (STEM).
Pengembangan sumberdaya manusia yang berdasarkan akhlak juga sangat penting untuk membentuk bangsa dan negara ini.
Era globalisasi juga menuntut demikian.
Kemajuan teknologi, misalnya teknologi informasi telah membawa kita pada era yang serba gampang. Serba instan dan serba cepat.
Namun, dibalik hadirnya teknologi informasi yang membawa dampak positif bagi kita juga tidak bisa terabaikan dampak sebaliknya.
Hadirnya teknologi informasi bisa saja membawa kita lengah terhadap peran kita sebagai manusia.
Manusia yang punya hubungan sesama manusia, hubungan sesama masyarakat, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Hubungan tersebut terkadang abai karena kita terlalu asik menikmati teknologi.
Lupa waktu dan disiplin diri yang berkurang bisa kita rasakan dengan menunda urusan sesama manusia, masyarakat dan juga Tuhan.
Penguatan materi Pramuka melalui tingkat Bantra ini juga perlu kita sesuaikan dengan keadaan sekarang.
Era globalisasi telah menuntut kita untuk bisa beradaptasi dan memanfaatkan peluang.
Serta tidak melupakan nilai-nilai kemanusian yang hadir dalam bentuk pengajaran kasih sayang kita kepada sesama manusia dan alam.
Hadirnya inovasi sistem pendidikan seperti profil pelajar Pancasila punya tujuan yang sangat baik.
Dengan profil pelajar Pancasila, pelajar Indonesia didorong untuk selalu menjadi individu yang suka belajar dan juga punya akhlak.
Dengan demikian di masa depan nanti bisa menjadi seseorang yang berguna di masyarakat dan menjadi orang yang bisa menjawab tantangan.
Oleh karenanya profil pelajar Pancasila dan materi Bantara bisa berkolaborasi untuk membentuk sumberdaya manusia unggul.
Baca Juga: Apa Hubungan Pramuka dengan Pancasila?
Materi Bantara dan profil pelajar Pancasila
Walau materi yang ada ini masih menggunakan panduan yang lama, tapi masih relevan di era sekarang.
Hanya saja perlu penekanan dalam penyampaiannya di lapangan.
Materi yang ada ini pun mengacu pada nilai-nilai yang masih kita butuhkan pada era globalisasi.
Terlebih untuk menciptakan manusia unggul dengan kecerdasan emosional, spiritual, dan juga jiwa juang yang tinggi.
| Elemen Profil Pelajar Pancasila | Aspek Pengembangan | Kompetensi Dasar | Contoh Materi |
| Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia | Spiritual | Mampu mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bernilai spiritualMampu melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai dengan keyakinannya | Bisa bersamaan dengan kegiatan yang ada di perkemaha. Selain itu juga bisa melalui amanat Pembina Pramuka di saat upacara. |
| Berkebinekaan global | EmosionalSosial | Mampu mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bernilai spiritual. Mengenal kepribadian orang lain dan tidak berprasangka buruk | Dapat berbentuk materi yang mengarah pada budaya kita dan era globalisasi sekarang. Penyampaian materi Bantara ini bisa dalam bentuk seminar di kegiatan perkemahan |
| Gotong royong | Sosial | Dapat memimpin kelompoknya dan memberikan kontribusi terhadap organisasi sosial lain yang dilakukan secara individu maupun kelompok | Langsung praktik dalam kegiatan perkemahan atau kegiatan ambalam lainnya jauh lebih mudah dan juga disenangi oleh anggota |
| Mandiri | SpiritualEmosional Sosial IntelektualFisik | Mampu melaksanakan ibadah sehari-hari sesuai dengan keyakinannyaBisa berkomunikasi dengan orang tua dan teman secara santunPunya keterampilan dalam mengendalikan emosi dan berfikir secara logis | Materi akan lebih mudah jika disampaikan pada saat sesi Upacara. Penyampaian amanat Pembina Upacara Pramuka misalnya tentang pentingnya menghargai waktu bisa menjadi materi untuk anggota Bantara |
| Bernalar kritis | IntelektualEmosionalSosial | Punya kemampuan mengendalikan emosi dan berfikir secara logisMampu membuat kesimpulan, kritik dan saran terhadap hal yang dipelajari | Mengajak anggota untuk ikut tata cara musyawarah ambalan adalah materi sekaligus praktik yang tepat untuk mengasah akal dan nalar |
| Kreatif | IntelektualSosial | Dapat mengendalikan emosi dan berfikir secara logisBisa membuat kesimpulan, kritik dan saran terhadap hal yang dipelajari.Mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan teknologi tepat guna | Memberikan semangat kepada anggota Bantara untuk merancang kegiatan menarik di perkemahan nanti |
Penutup
Masih banyak contoh dan implementasi materi Bantara yang menerapkan elemen profil pelajar Pancasila.
Terlebih perencanaan kegiatan juga menjadi bagian dari elemen kreativitas.
Selalu memberikan dorongan kepada anggota Bantara untuk bisa bernalar kritis, berkreasi, dan berkolaborasi ialah tugas dari Pembina.
Tugas dari seorang Pembina pun juga semakin berat di era teknologi informasi.
Menyampaikan pesan moral setiap pertemuan bisa menjadi pergerakan yang baik untuk membentuk sumberdaya manusia dari pendidikan non formal.
Tapi tidak juga untuk tertinggal bahwa Pembina Pramuka ialah orang tua dengan pengetahuan dan penguasaan teknologi yang luas.
Dengan penguasaan pengetahuan dan teknologi seorang Pembina Pramuka bisa menyampaikan materi yang lebih relevan di tingkat Bantara atau Laksana.
Demikianlah contoh dan materi yang bisa kita bagikan dari pengalaman dan hasil kurasi dari beberapa sumber di bawah ini.
Baca Juga: Materi P3K Pramuka Penggalang dan Penegak
Referensi:
- Pengembangan Sumberdaya Manusia di Era Milenial Membentuk Manusia Bermartabat
- Profil Pelajar Pancasila
- Syarat Kecakapan Umum Penegak Pegangan untuk Pembina







