Materi P3K Pramuka Penggalang dan Penegak

Update Terakhir: 25 Agustus 2021 oleh Abdul Jalil

Kegiatan latihan anggota Pramuka penggalang dan penegak tentang kesehatan khususnya P3K menjadi materi yang wajib ada. Melalui materi ini anggota Pramuka dapat memiliki pengetahuan tentang menolong orang dan diri sendiri.

Pentingnya Materi P3K Pramuka

Latihan rutin P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) adalah materi yang sangat penting untuk kehidupan sehari – hari. Ketika ada orang yang terluka maka kita dapat menolongnya dengan tepat. Begitu juga saat kita terluka, kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Materi tentang kesehatan (P3K) memiliki beberapa tujuan penting bagi anggota Pramuka penggalang dan penegak.

  • Melatih anggota untuk dapat menangani kecelakaan atau penyakit dengan cepat dan tepat
  • Anggota Pramuka dapat menyelamatkan nyawa korban kecelakaan
  • Mampu mencegah terjadinya kecelakaan tambahan karena pertolongan yang tidak tepat
  • Dapat mengurangi rasa sakit korban kecelakaan atau serangan penyakit
  • Paham apa yang harus dilakukan saat korbannya kita sendiri apabila kecelakaan skala ringan

Prinsip Dasar Tindakan Penerapan Materi P3K Pramuka

Saat pelaksanannya seorang anggota Pramuka harus menerapkan beberapa prinsip dasarnya P3K sebagi berikut:

  • Mengamankan diri sendiri terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan penolongan
  • Korban kecelakaan harus segera diamankan dari gangguan di tempat kejadian
  • Segera menghubungi ambulan, dokter, atau yang lebih berwajib
  • Menandai tempat terjadinya kecelakaan
  • Melakukan tindakan pertolongan terhadap korban dengan urutan yang tepat

Jenis Kecelakaan Pada Materi Latihan P3K Pramuka

Kegiatan latihan rutin Pramuka mengenai materi tentang kesehatan khususnya P3K dapat mengenal beberapa jenis kecelakaan.

materi tentang kesehatan p3k pramuka penggalang penegak
Ilustrasi penerapan P3K – Freepik

Shock

Penyebab jenis kecelakaan ini adalah kehilangan darah, psikis yang terganggu dan perasaan sakit luar biasa. Shock memiliki beberapa tanda umum sebagai berikut:

Shock memiliki beberapa tanda umum sebagai berikut:

  • Getaran nadinya cepat
  • Muka dan kulit korban terlihat pucat dan terasa dingin
  • Pernafasannya cepat
  • Korban merasa haus

Anggota Pramuka dapat memahami materi P3K terhadap korban yang mengalami shock sebagai berikut:

  • Meletakkan korban secara terlentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki
  • Menyelimuti tubuh korban dengan kain tebal agar hangat
  • Pada korban yang sadar maka berikanlah minuman hangat
  • Jika korban pingsan olesilah semacam minyak kayu putih pada bawah hidungnya

Pendarahan

Umumnya kecelakaan ringan berupa goresan benda tajam menjadi penyebab keluarnya darah dari tubuh. Keluarnya darah tersebut dapat kita sebut sebagai pendarahan luar. Pendarahan luar atau nama lainnya adalah pendarahan vena. Ciri khas pendarahan vena yakni darah berwarna merah tua dan keluar cepat tanpa ada pancaran.

Tindakan anggota Pramuka untuk mengatasi pendarahan luar adalah meletakkan kain kassa tepat di atas bagian yang luka. Yakni dengan cara membalutkannya hingga kain kassa menutupi area yang terluka. Tujuan pembalutan ini adalah untuk menekan darah yang keluar. Umumnya pendarahan vena dan pendarahan yang tidak terlalu berat dapat tertangani dengan cara ini.

Materi P3K Pramuka Pernafasan berhenti (Asphxia)

Penyebab pernfasan berhenti adalah sebagai berikut:

  • Terhalangnya udara yang akan ke paru – paru
  • kelumpuhan pusat pernafasan pada otak
  • sel darah merah tidak bekerja
  • Kurangnya oksigen

Seorang anggota Pramuka dapat mengatasinya dengan memahami materi P3K sebagai berikut:

  • Segera tempatkan korban pada tempat dengan udara yang bersih
  • Keluarkan dengan segera apabila ada benda yang menyumbat tenggorokan
  • Tutupi badan korban menggunakan selimut agar hangat
  • Memberikan bantuan pernafasan dengan napas buatan

Tersengat listrik

Orang yang tersengat listrik akan mengalami hilangnya kesadaran, pernafasn berhenti, ada luka bakar dan keluarnya darah halus pada kulit.

Untuk menolong orang tersengat listrik adalah sebagai berikut:

  • Melepaskan kontak antara sumber arus litrik dengan korban.
  • Hindari sentuhan langsung dengan tangan korban, putuskan sikring segera bila posisinya berdekatan
  • Apabila korban mengalami sesak nafas atau tidak bernafas lakukanlah pernafasan buatan hingga korban bernafas normal kembali
  • Balutlah luka bakar pada korban

Patah tulang

Korban yang mengalami patah tulang umumnya akan merasa sakit pada bagian tulang yang patah, tidak dapat digerakkan, dan akan terlihat membengkak.

Setiap anggota Pramuka yang menolong korban patah tulang dapat memahami materi P3K berikut ini:

  • Harus penuh kehati – hatian saat menolong korban
  • Segera menghentikan pendarahan, jika terdapat pendarahan
  • Jangan memindahkan korban jika hal itu memang tidak perlu
  • Kemudian pasanglah spalek terhadap korban
  • Tidak untuk mencoba menarik bagian tubuh yang patah selain oleh dokter

Semoga artikel ini bermanfaat ^_^

Baca juga:

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Universitas Diponegoro dan Racana Diponegoro dengan nama Pandega Bala Shark

View all posts by Adha Susanto →