Tunas Kelapa Pramuka: Arti dan Penciptanya

arti lambang tunas kelapa pramuka

Update Terakhir: 28 September 2022 oleh Abdul Jalil

Estimasi waktu baca: 4 menit

Buah kelapa dalam keadaan tumbuh atau tunas disebut cikal menjadi inspirasi Bapak Soenardjo sebagai pencipta lambang Gerakan Pramuka. Kemudian dalam Pramuka cikal berkembang menjadi sebuah istilah ”Cikal Bakal” yang memiliki arti, penduduk asli yang menurunkan generasi baru. Berikut arti selengkapnya tentang tunas kelapa yang dapat tumbuh dan hidup di mana saja dengan akar serabutnya yang kuat.

Selain kegiatannya yang lekat dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Pramuka juga lekat terhadap filosofi kehidupan dalam lambang yang berbentuk Silluete (bayangan) cikal.

Bapak Soenardjo Admodipura yang merupakan seorang andalan nasional dan sekaligus pencipta lambang Pramuka memberikan sebuah pesan kehidupan melalui karyanya.

Beliau menyampaikan pesan penting terhadap anggota Pramuka agar dapat menjalani kehidupan dengan kuat, mudah beradaptasi, dan bermanfaat.

Apa sajakah pesan kehidupan yang disampaikan dari pencipta lambang tunas kelapa Pramuka tersebut? Simak jawabannya hanya pada artikel ini ya kak. Karena kami telah merangkum berbagai arti menariknya yang sayang jika kakak lewatkan.

Simple Calculator Lite

Baca Juga:

Arti Lambang Tunas Kelapa Pramuka

cikal atau buah kelapa yang tumbuh menjadi tunas dan istilah cikal bakal sebagai lambang gerakan pramuka
Cikal atau Tunas Kelapa Sebagai Lambang Pramuka Indonesia

Ada enam arti kehidupan yang tersampaikan pencipta lambang Pramuka dengan bentuk silluet cikal. Ke enam arti kehidupan itu terdiri dari:

Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal yang memiliki arti bagi masyarakat Indonesia

Yakni penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Buah kelapa dapat bertahan lama dalam keadaan seperti apapun dan bagaimanapun juga

Jadi lambang ini mengkiaskan bahwa tiap anggota adalah seorang rohaniah dan jasmani sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya. Dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.

Nyiur atau tunas kelapa dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya upayanya dalam beradaptasi terhadap lingkungannya

Jadi lambang tunas kelapa Pramuka memiliki arti, bahwa tiap anggota dapat beradaptasi dalam masyarakat. Dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga selalu siap sedia.

Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan menjadi salah satu pohon tertinggi di Indonesia

Berdasarkan sifat pohon kelapa ini, menandakan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan jujur. Tetap tegak tidak mudah terombang – ambingkan oleh sesuatu.

Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat dalam tanah

Menyampaikan arti tersendiri bahwa lambang tunas kelapa Pramuka yang memiliki akar menunjukkan tekad dan keyakinan tiap Pramuka.

Berpegang kepada dasar- dasar dan landasan – landasan yang baik, benar, kuat dan nyata. Ialah tekad dan keyakinan yang di pegang kuat olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita – citanya.

Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung daun hingga akarnya

Tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara. Serta seluruh umat manusia yang hidup di bumi ini.

Sejarah Resmi Penggunaan Lambang

Demikian bermaknanya arti dari lambang Pramuka yang berbentuk Silluete (bayangan) tunas kelapa yang di sebut juga cikal.

Lambang di gegaskan oleh seorang pembina Pramuka andalan nasional ini resmi di tetapkan sejak 16 Agustus 1961. Ketika itu Presiden Ir. Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka.

Kemudian lambang pun di tetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Dan hingga kini penggunaan lambang berbentuk tunas kelapa ini tergunakan dengan gagah dan indah pada berbagai tanda pengenal Pramuka, seperti:

  1. Panji
  2. Bendera
  3. Papan nama Kwartir dan satuan
  4. Tanda pengenal administrasi

Tujuannya termaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan kepramukaan sesuai kiasan pada lambang.

Dengan demikian setiap anggota Gerakan Pramuka mampu mengamalkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada lingkungan masyarakat.   

Baca Juga:

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Universitas Diponegoro dan Racana Diponegoro dengan nama Pandega Bala Shark

View all posts by Adha Susanto →