Cara Membuat Api Unggun dan Beberapa Hal Penting

Update Terakhir: 20 Oktober 2021 oleh Adha Susanto

Keterampilan membuat api unggun merupakan salah satu hal yang cukup penting saat berkegiatan di luar ruangan. Sebab api sendiri mempunyai fungsi yang sangat beragam. Mulai untuk mengolah makanan, menghangatkan diri, mengusir binatang buas, hingga sebagai penanda lokasi tempat kita berada. Lalu bagaimana cara membuat api dalam kegiatan perkemahan? Mari kita bahas lebih dalam beberapa bentuk, fungsi, bahan dan cara membuat api unggun dalam kegiatan perkemahan berikut ini.

Bahan dan cara membuat api unggun

Hal yang tentu kita perhatikan pada pembuatan api adalah bahan dan lokasinya. Api akan terbentuk bila unsur – unsurnya terpenuhi yaitu panas, oksigen, dan bahan bakarnya.

Baca Juga: Api Unggun Perkemahan: Sejarah, Unsur dan Fungsi

Bahan bakar api yang mudah kita dapatkan adalah kayu. Beberapa hal penting yang Anda harus perhatikan terhadap bahan bakar api adalah sebagai berikut:

Ukuran dan ketebalan kayu

Tahukah kakak-kakak bahwa cara pembuatan api idealnya membutuhkan tiga jenis ukuran kayu. Setiap ukurannya mempunyai fungsi sendiri – sendiri loh! Berikut ulasan singkatnya:

Tinder

Ukuran kayu yang cecil atau Tinder merupakan bahan penting dalam proses menyalakan api. Yang terdiri dari ranting kering dan tipis setebal pensil dengan ukuran kurang lebih sepanjang rentang telapak tangan. Kebutuhannya kurang lebih sebanyak yang bisa kakak-kakak pegang dengan ukuran maksimal dari dua telapak tangan yang di satukan.

cara membuat api unggun kegiatan perkemahan bentuk bahan fungsi
Kegiatan Perkemahan / unsplash

Kindling

Bahan bakar yang berupa ranting setebal ibu jari. Ukurannya kurang lebih sepanjang ukuran dari telapak tangan hingga siku. Kebutuhan kindling kurang lebih sebanyak yang bisa kakak-kakak pegang dengan pelukan kedua tangan. Kindling merupakan bahan bakar oleh tinder, yang berfungsi sebagai cara untuk memperbesar nyala api unggun.

Firewood

Merupakan kayu pokok dari api, kayu yang terbakar untuk waktu yang lama. Ukuran idealnya sebesar pergelangan hingga lengan tangan. Sedangkan untuk jumlahnya bisa menyesuaikan dengan durasi atau lama kegiatannya

Ketika kita sudah mengenal mengenai bahan bakar api. Harapannya dapat mempermudah kita dalam cara pembuatan api unggun yang efektif. Selain itu juga memudahkan kita saat mencari kayu bakar sesuai kebutuhan.

Ketika sudah mendapatkan bahan – bahannya. Selanjutnya mari kita tentukan bentuk yang kita inginkan. Nah, untuk itu yuk simak beberapa rekomendasinya.

Bentuk api unggun

Tenda kerucut / teepe fire

Bentuk seperti ini merupakan bentuk tercepat dalam pembakaran kayu bakar. Sebuah bentuk dengan radiasi dan sumber terang yang paling besar. Jika kita bandingkan dengan bentuk yang lainnya. Hal ini karena posisi peletakan kayu bakarnya yang berdiri sehingga mempercepat api untuk menjalar.

Bentuk ini pun paling umum dan paling sering kita jumpai dalam kegiatan perkemahan. Kendati demikian bentuk ini kurang cocok dalam kondisi cuaca berangin, lebih baik lakukan kegiatan perkemahan di dalam ruangan pengganti api unggun dengan esensi yang sama.

Rumah kayu / log cabin fire

Umumnya bentuk ini bertujuan untuk mempertahankan nyala api dan mendapatkan fungsi api sebagai alat penerang berkumpul. Cara membuat bentuk api unggun ini membutuhkan kayu dengan ukuran yang seragam. Agar api memiliki rongga yang cukup sehingga api tidak mudah padam.

Tungku / star fire

Dari segi bentuknya api unggun ini memiliki fungsi untuk memasak makanan dalam kegiatan perkemahan. Bara apinya menyala untuk waktu yang lama, karena api tidak menjalar dengan cepat. Karena posisinya yang landai dan hanya membakar pada titik pusat kayu bakar. Melihat formasinya yang datar tersebut, maka proses penyalaan apinya sedikit cukup sulit dan merepotkan.

Rakit / platform fire

Cara membuat api unggun bentuk ini cukup mudah. Cukup gunakan bahan kayu bakar yang kita tempatkan satu sama lain hingga membentuk kisi-kisi yang saling bersilang. Api unggun bentuk ini memiliki fungsi yang sangat cocok untuk memasak makanan dalam jangka waktu yang lama. Panasnya pun yang lebih stabil dan lebih fokus menghasilkan bara api. Bukan api yang menyala. Konsepnya mirip dengan tradisi bakar batu yang ada di Papua.

Baca Juga: 7 Tujuan dan Manfaat Berkemah di Alam Terbuka

Kesimpulan

Penggunaan tungku memang lebih efisien untuk keperluan memasak. tetapi cara membuat api unggun dalam kegiatan perkemahan dengan bentuk star fires maupun platform fires mampu memberikan fungsi ganda. Yaitu menghangatkan tubuh dengan jangkauan yang lebih luas. Selain itu, pembuatannya juga lebih mudah dan fleksibel tanpa harus membuat tungku terlebih dahulu.

Dari beberapa bentuk rekomendasi api unggun yang berdasarkan peletakan bahan bakar kayu. Jika kakak-kakak perhatikan masing-masing tipe memiliki ketahanan dan intensitas api yang berbeda-beda.

Bentuk dengan kerapatan tinggi memiliki fungsi untuk mempertahankan durasi / rentang waktu api unggun. Jika peletakannya semakin longgar maka akan menghasilkan api yang lebih besar dan radiasi yang lebih lebih luas. Jadi semua tergantung apa yang kakak butuhkan saat dalam kegiatan perkemahan.