Saka Rintisan Adalah: Tahapan dan Contoh

contoh saka rintisan adalah

Update Terakhir: 3 April 2022 oleh Adha Susanto

Saka POM dan Milenial adalah saka tingkat Kwarcab Semarang dan Kwarda Jateng yang merupakan dua contoh dari Saka Rintisan. Lalu apakah itu Saka Rintisan dan bagaimana tahapan pendirian Saka tersebut? Simak dengan lengkap uraian singkat berikut ini ya.

Secara pengorganisasian Saka dapat kita bedakan menjadi dua jenis. Yakni Saka Nasional dan Rintisan.

Saka Nasional adalah Saka yang telah tersahkan dalam Munas Gerakan Pramuka. Hingga tahun 2022 sudah terdapat 11 Saka yang sesuai dengan bidang keahlian masing – masing yakni sebagai berikut:

  1. Bahari untuk bidang Kebaharian
  2. Dirgantara untuk bidang Kedirgantaraan
  3. Bhayangkara untuk bidang Keamanan dan Ketertiban
  4. Tarunabumi untuk bidang Pertanian
  5. Bakti Husada untuk bidang Kesehatan
  6. Wanabakti untuk bidang Kehutanan
  7. Kencana untuk bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana
  8. Wirakartika untuk bidang Matra Darat
  9. Kalpataru untuk bidang Lingkungan
  10. Widya budaya bakti untuk bidang Kebudayaan, Pendidikan Usia Dini
  11. Pariwisata untuk bidang Kepariwisataan

Contoh Saka Rintisan

Saka Rintisan adalah Saka yang sedang dalam tahap pengembangan dan berlaku secara terbatas dalam suatu daerah adalah sebagai berikut:

Saka POM untuk bidang Keamanan Obat dan Makanan

Simple Calculator Lite

Keberadaan Saka ini hanya dalam lingkup tingkat Kwarcab Kota Semarang dan memiliki tiga Krida yakni:

  1. Pemantauan Obat dan Makanan
  2. Pengujian Sederhana Obat dan Makanan
  3. Pemberi Informasi Obat dan Makanan
saka pom semarang
Saka POM Semarang – pom.go.id

Saka Milenial untuk bidang Teknologi Informasi dan Komputer

Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informatika atau Saka Milenial bergerak pada bidang teknologi dalam lingkup Kwarda Jateng.

Serta sudah memiliki lima krida untuk memfasilitasi anggota yang berminat pada bidang Teknologi Informatika yaitu sebagai berikut:

  1. Literasi Digital dan Internet
  2. Kreasi Animasi dan Multimedia
  3. Inovasi Perangkat Lunak
  4. Telemetri dan Robotika
  5. Teknologi Jaringan dan Big Data
saka milenial
Saka Milenial Kwarda Jateng – sakamilenial.id

Baca Juga:

Nah bagaimana cara mendirikan dua Saka Rintisan tersebut?

Untuk lebih lengkapnya simak uraian berikut ini dengan lengkap ya.

Pertimbangan pendirian Saka

Dalam mendirikan Saka Rintisan terdapat beberapa pertimbangan yang sangat penting. Pertimbangan tersebut mengacu pada aspek ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan sumber daya manusia dan daya saing bangsa.

Berikut tiga pertimbangan dalam pendirian sebuah Saka Rintisan:

  • Pelaksanaan agenda strategis nasional

Pentingnya keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam menyukseskan agenda nasional. Khususnya dalam bidang peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing bangsa.

  • Aktualisasi dan inovasi pendidikan kerpamukaan

Kebutuhan untuk terus melaksanakan aktualisasi, inovasi dan pengembangan pendidikan kepramukaan. Dan berbasis pada kompetensi terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, keahllian, keterampilan.

  • Aspirasi dan kebutuhan peserta didik

Yaitu untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, keahlian dan keterampilan terbaru. Tujuannya untuk meningkatkan kemandirian dan menghadapi masa depan peserta didik.

Ketika tiga pertimbangan itu sudah terpenuhi sebagai dasar pendirian Saka. Maka langkah selanjutnya adalah memenuhi tujuh tahapan hingga Saka Rintisan menjadi Saka Nasional.

Tahapan pendirian Saka Rintisan

Berikut adalah ketujuh tahapan pendirian Saka Rintisan:

Studi kelayakan

Pada tahapan pertama ini pemrakarsa Saka harus melakukan riset untuk mengetahui kelayakan pendiriannya. Mulai dari tingkat Kwarnas, Lembaga Pemerintah Pusat, Kwarda dan Kelompok peserta didik.

Dalam studi kelayakan terdapat beberapa aspek penting yang harus tertinjau dengan baik seperti:

  1. Agenda strategis nasional
  2. Pengembangan sumber daya manusia muda dan
  3. Minat anggota untuk berlatih keterampilan dalam bidang tertentu

Hasil tinjauan kemudian terlaporkan dalam bentuk naskah akademik sesuai dengan standar penyusunan yang berlaku.

Uji publik

Tahapan ini termaksudkan untuk menguji naskah akademik yang telah tersusun kepada publik baik secara terbuka maupun tertutup.

Pengujian naskah akademik ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari publik yang dapat menjadi bahan pertimbangan Kwartir oleh pemrakarsa.

Perumusan acuan kegiatan

Pemrakarsa menyusun perumusan acuan kegiatan yang sesuai dengan standar pedoman penyelenggaraan Saka. Ketika telah memenuhi syarat yang berlaku kemudian perumusan acuan mendapatkan surat keputusan ketetapan dari pihak Kwartir yang bersangkutan.

Uji coba Saka Rintisan

Setelah merumuskan acuan kegiatan selanjutnya pemrakarsa melakukan uji coba Saka dengan membentuk Pangkalan atau Sanggar Bakti Saka. Dan melakukan percobaan kegiatan yang sesuai dengan rumusan acuan kegiatan yang telah tersusun.

Peniliaian Saka

Merupakan tahap untuk menilai syarat, ketentuan dan kesiapan sebagai bahan yang akan terajukan dalam forum Munas Gerakan agar dapat tersahkan menjadi Saka Nasional.

Adapun tim penilai kelayakan Saka terdiri dari:

  1. Pemrakarsa
  2. Andalan
  3. Staf Kwartir
  4. Pejabat kementerian
  5. Lembaga pemerintah terkait dan
  6. Unsur – unsur lain yang berkaitan

Penyempurnaan

Menyerahkan hasil peniliaian kepada Kwarnas agar dapat tertindaklanjuti oleh komisi yang membidangangi Saka. Kemudian Kwarnas melakukan penyempurnaan naskah akademik, acuan kegiatan dan berbagai dokumen lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam Munas.

Pengesahan Saka

Adalah tahapan terakhir yang bertujuan untuk mengusulkan dan mengesahkan Saka Rintisan menjadi Saka Nasional saat forum Munas yang terselenggarakan oleh Kwarnas.

Infografis pendirian Saka Pramuka
Infografis pendirian Saka Pramuka

Syarat menjadi Saka Nasional

Lalu kapankah kedua contoh Saka Rintisan seperti Saka POM dan Milenial itu menjadi Saka Nasional?

Jawabannya ketika kedua Saka tersebut telah memenuhi berbagai persyaratan administrasi, organisasi, sarana pendidikan dan lain sebagainya.

Adapun beberapa persyaratan yang harus terpenuhi untuk menjadi Saka Nasional adalah sebagai berikut:

  1. Sudah membentuk Pimpinan Saka sebanyak 30% dari seluruh Kwarda yang ada
  2. Telah terbentuk Pimpinan Saka sebanyak 30% Kwarcab dari seluruh Kwarcab yang ada dengan sebaran proporsional
  3. Pada setiap Kwarcab telah terbentuk satu Sanggar atau Pangkalan Bakti Saka dan telah memenuhi berbagai persyaratan yang berlaku

Sumber: Jukran No. 03 Tahun 2021 Tentang Peraturan Satuan Karya Pramuka

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Universitas Diponegoro dan Racana Diponegoro dengan nama Pandega Bala Shark

View all posts by Adha Susanto →