Sejarah Semaphore: Dari Serangkaian Menara ke Bendera Persegi

sejarah bendera semaphore

Update Terakhir: 1 Maret 2024 oleh Adha Susanto

Estimasi waktu baca: 5 menit

Berdasar catatan sejarah, semaphore tidak langsung dalam bentuk bendera seperti yang kita kenal di Pramuka. Tetapi terdiri dari serangkaian menara yang jarak antar menaranya hingga ratusan kilometer. Mengapa begitu? Simak penjelasan sejarah singkatnya di artikel ini, ya!

Semaphore (bahasa Inggris) ialah metode komunikasi visual yang menggunakan isyarat alfabet atau angka dengan bendera atau tangan kosong.

Baca Juga: Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia

Sejarah semaphore

Claude Chappe salah satu tokoh dunia dengan jasa sangat besarnya atas penemuan telegraf dengan sandi semaphore.

Lahir di Kota Brulon Prancis pada 25 Desmber 1763, Claude juga disebut sebagai seorang insinyur yang menemukan teknologi penting pada masa Revolusi Perancis.

Penemuan semaphore dan telegraf tidak terancang sendirian oleh Claude Chappe. Sejarah bermula ketika Claude Chappe mengajukan proposal tentang pembuatan sistem pengiriman pesan yang cepat dan praktis.

Idenya itu pun mendapat persetujuan dari saudaranya yang Bernama Ignace Chappe, pada waktu itu Igance masih menjadi bagian dari Majelis Legislatif.

Atas dukungan dari saudaranya itu, Claude membangun dua menara yang menghubungkan Kota Paris dan Lille.

Pada setiap menara terdapat semacam lengan yang terbuat dari kayu dan satu orang sebagai operator.

Menggunakan teknik tertentu, pesan akan diterjemahkan dalam gerakan lengan di menara. Kemudian, pesan diterima oleh penerima di menara lain dengan bantuan teleskop.

Selanjutnya, pesan menuju ke menara lainnya, dan begitu seterusnya hingga ke penerima terakhir.

Sistem komunikasi semaphore kemudian diaplikasikan oleh Pemerintah Perancis sebagai sistem komunikasi jarak jauh.

Pesan pertama yang berhasil terikirim ialah “Si vous reussussez, vous serez bientot couvert de glorie.”

“Jika kamu berhasil, kamu akan segera bergelimang dalam kejayaan.”

Dikirim dari jarak 16 km, pada 2 Maret 1791. Pesan tersebut menjadi sejarah terhadap menara semaphore sebagai sistem komunikasi yang dibangun Claude Chappe.

Selanjutnya, Claude Chappe membangun 556 stasiun jaringan menara semaphore di seluruh penjuru Perancis.

Melalui serangkaian sistem menara semaphore Claude Chappe pesan terkirim hanya dalam waktu dua menit dengan jarak berkisar 240 km.

Baca Juga: Cara Mengirim, Menerima, dan Mengakhiri Pesan Semaphore

Perkembangan semaphore

Keberhasilan Perancis dalam membangun sistem komunikasi menggunakan menara semaphore kian populer. Sehingga negara-negara Eropa lainnya ikut mengadopsi sistem komunikasi ini.

Bukan hanya sebagai alat komunikasi militer, pada tahun-tahun selanjutnya sistem komunikasi ini juga merambah dalam kegiatan perdagangan.

Hingga pada 1890, sistem komunikasi menara semaphore menjadi sejarah sebagai metode pengiriman pesan negara dan militer.

Sistem telegraf kabel menggantikan sistem menara semaphore dalam pengiriman pesan yang lebih cepat dan efektif.

Bergantinya menara semaphore ke sistem telegraf dalam mengirimkan pesan karena dua kelemahan.

Pertama, sistem menara semaphore tidak bisa beroperasi pada malam hari.

Kedua, pengiriman pesan masih sering terpengaruh oleh perubahan cuaca.

Selanjutnya, semaphore tidak lagi menggunakan sistem menara untuk mengirimkan pesan. Namun, menggunakan barang-barang yang lebih sederhana dan ringkas, misalnya bendera.

Sejarah mencatat pada 1914, saat Perang Dunia I militer sudah mengenal radio atau telegraf tapi semaphore masih berlaku.

Semaphore masih menjadi bagian dari alat pengirim pesan karena lebih aman dalam situasi perang.

Sebab, telepon atau radio bisa saja tersadap oleh musuh. Tetapi semaphore tidak mungkin bisa tersadap musuh.

semaphore pramuka
Semaphore Pramuka – Kwarcab Pekalongan

Oleh karena alasan itulah semaphore yang dikenalkan oleh Claude Chappe pada 1801 masih sebagai alat pengirim pesan dalam dunia militer.

Terlebih saat dalam keadaan darurat, angkatan laut masih mengandalkan semaphore sebagai pengirim pesan jarak dekat menggunakan bendera.

Baca Juga: Pengertian Kompas: Sejarah, Jenis dan Cara Kerjanya

Semaphore Pramuka

Berdasar kata pembentuknya, Semaphore merupakan bahasa Yunani yang terdiri dari Sema yang berarti tanda dan Phore yang berarti pembawa.

Adapun alat-alat untuk menyampaikan pesan menggunakan semaphore tidak hanya berbentuk bendera seperti yang akrab di kegiatan Pramuka.

Pengiriman pesan menggunakan semaphore bisa beragam bentuk, misalnya, tongkat, cahaya, tangan telanjang atau sarung tangan.

Perjalanan sejarah pengiriman pesan jarak jauh menggunakan sistem menara yang merupakan hasil inspirasi Claude Chappe, kini berganti menggunakan alat sederhana.

Bendera sebanyak dua buah yang terpasang pada tangkai atau tongkat kecil yang sekarang disebut sebagai bendera semaphore.

Pengiriman sandi melalui bendera semaphore dalam kegiatan Pramuka merupakan bendera semaphore dengan kriteria:

  • berukuran persegi (45 x 45 cm),
  • penggabungan dua buah segitiga,
  • dua buah segitiga pada bendera umumnya berwarna merah dan kuning,
  • untuk warna merah posisinya dekat tangkai.

Pesan dikirim dari pengirim kepada penerima dengan posisi tangan yang membentuk sudut tertentu sesuai formasi.

Dari sejarah perjalanan menara semaphore sebagai sistem komunikasi yang efektif pada masa Revolusi Perancis. Kemudian, pada 1890 menara semaphore tergantikan oleh telegraf sebagai alat pengirim pesan yang efektif.

Kita belajar bahwa pemikiran yang tumbuh dan berkembang seiring waktu dapat memberikan manfaat dan pengaruh baik pada dunia.

Seperti pesan terakhir Baden Powell, “Berusahalah agar supaya kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba di dalamnya. Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan meninggal dengan puas, karena kamu tak menyia-nyiakan waktumu. Akan tetapi kamu telah menggunakannya dengan sebaik-baiknya.”

Masih banyak lagi informasi menarik lainnya di Gerakan Pramuka. Terlebih, untuk kakak yang sedang mencari materi dan permainan menarik sebagai agenda kegiatan latihan rutin di gugus depan.

Oleh karena itu, yuk, kunjungi artikel lainnya di blog ini!

Baca Juga:

Referensi

About Adha Susanto

Senior Rover Scout of Diponegoro University

View all posts by Adha Susanto →