Tujuan Pramuka dalam Perspektif Filsafat Pendidikan

tujuan pramuka dalam filsafat pendidikan

Update Terakhir: 4 Juni 2024 oleh Adha Susanto

Estimasi waktu baca: 3 menit

Menurut filsuf Paulo Freire, pendidikan memiliki tujuan untuk membebaskan dan menyadarkan seseorang agar keluar dari penindasan yang tidak tersadari. Demikian pula dengan filsuf pendidikan Ki Hajar Dewantara mengenai among yang merupakan konvergensi dari filsafat progresivisme. Nah, bagaimana dengan tujuan Pramuka berdasarkan perspektif filsafat pendidikan kepramukaan?

Umumnya masyarakat mengenal Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah dengan ragam kegiatan fisik. Seperti tepuk Pramuka, berkemah, outbond, hiking, dan lain-lain.

Namun, masih sangat jarang mengenal tujuan Pramuka berdasarkan pandangan filsafat pendidikan kepramukaan.

Melihat fenomena ini, maka sangat penting untuk mengulas Pramuka dari kajian filsafat melalui artikel singkat berikut ini.

Baca juga: Karang Pamitran Pramuka: Tujuan dan Bentuk Kegiatan

Filsafat pendidikan

Ada banyak filsuf dan ahli teori pendidikan yang berteori mengenai tujuan pendidikan. Dan dasar dari teori pendidikan adalah menyadarkan dan melindungi kebebasan diri.

Menurut filsuf Paulo Freire pendidikan bertujuan untuk membina kepribadian manusia. Dan tugas utama pendidikan adalah membebaskan diri dari penindasan yang tidak tersadari.

Rousseau mengatakan pendidikan untuk membebaskan kaum muda dari kendala – kendala tidak wajar dari tatanan sosial yang jahat dan sewenang – wenang.

Nah apakah dalam pendidikan kepramukaan juga mengajarkan hal yang demikian?

Tujuan Pendidikan Pramuka

Secara universal pendidikan kepramukaan merupakan proses untuk membentuk kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan nilai kepramukaan.

Dan sistem among adalah landasan pendidikan kepramukaan untuk mengatur hubungan antara pendidik dan peserta didik.

Seperti yang telah terpikirkan oleh filsuf pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Among adalah bagian dari filsafat progresivisme tentang kemampuan kodrati peserta didik untuk mengatasi persoalan-persoalan. Dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk berpikir seluas-luasnya.

Pandangan tentang kebebasan bukanlah keadaan statis yang terakhir. Melainkan transformasi secara terus menerus dan permanen atas realitas yang mendukung pembebasan manusia. Sehingga proses transformasi mampu menghadirkan manusia baru dalam proses pembebasan.

Pramuka yang menerapkan metode belajar sambil melakukan (learning by doing) memiliki tujuan yang luas. Salah satunya untuk memberikan akses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Serta kemitraan dengan anggota dewasa dan pembina.

Yang mana hubungan anggota dewasa yakni pembina tidak lagi menjadi orang yang mengajar. Namun juga orang yang mengajar dirinya sendiri melalui dialog dengan peserta didik.

Maka hal inilah yang kita dapati dalam sistem among pendidikan kepramukaan yang mengatur hubungan antara pembina (pamong) dengan peserta didik. Sebagai suatu hubungan yang khas serta kesadaran diri pamong dalam mengabdikan dirinya tanpa ada keinginan untuk menguasai.

fisafat pendidikan kepramukaan

Dengan demikian tidak ada lagi subjek maupun objek dalam model pendidikan kepramukaan. Dan yang ada hanyalah subjek sekaligus objek manusia (pembina dan peserta didik) yang saling mengajar.

Baca Juga: Literasi Sains Pramuka. Apakah Itu?

Kesimpulan

Pramuka yang menerapkan sistem among memiliki tujuan yang universal secara perspektif filsafat pendidikan.

Karena dalam pendidikan kepramukaan merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri menjadi pribadi seutuhnya. Serta memberikan kebebasan berpikir seluas-luasnya untuk berjuang bagi pembebasan dirinya.

Sumber:

Jurnal Filsafat. Vol. 28, No. 2 (2018).

About Adha Susanto

Senior Rover Scout of Diponegoro University

View all posts by Adha Susanto →