Update Terakhir: 14 Agustus 2025 oleh Adha Susanto
Estimated reading time: 5 menit
Di tengah gemerlapnya era digital minat baca buku dan kegiatan literasi sering terpinggirkan.
Dari publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia, pada tahun 2024, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 68,34.
Nilai tersebut menjadi yang terendah di antara daerah lain yang berada di Pulau Kalimantan.
Provinsi Kalimantan Selatan, misalnya, nilai TGM sebesar 74,63. Sedangkan Provinsi Kalimantan Barat mencapai 71,26.
Sedangkan secara nasional, tingkat minat masyarakat Indonesia dari tahun 2017 hingga tahun 2023 mengalami peningkatan. Serta berada di kategori tinggi.
Kami lansir dari laman Tempo, pada tingkat global, minat baca di Indonesia masih memprihatinkan.
Data yang dihimpun UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen.
Dari nilai tersebut, artinya 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.
Bahkan perpustakaan nasional yang ada di Jakarta adalah perpustakaan tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai126,3 m.
Tingginya mengalahkan tinggi gedung perpustakaan Tiongkok dengan tinggi bangunan mencapai 106 m, dan 87,3 m untuk perpustakaan di USA.
Upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat bisa kita mulai dari daerah salah satunya di Sukamara.
Berada di daerah paling selatan Provinsi Kalimantan Tengah, minat baca di Sukamara juga harus terus lebih baik setiap tahunnya.
Dengan semangat menyala, anak-anak muda Sukamara siap menggerakkan perubahan dan meningkatkan minat baca di daerahnya.
Untuk itu pula lah, beberapa anak muda di Sukamara sempat berkumpul dan temu santai sambil merenung untuk mencari cara meningkatkan minat baca.
Lalu terbentuklah sebuah komunitas baca di Sukamara yang bernama Akal Aksara.
Akal Aksara
Akal Aksara adalah komunitas yang menyala penuh semangat untuk mengajak masyarakat Sukamara khususnya pemuda untuk meningkatkan minat baca.
Berawal dari Temu Santai
Akal Aksara adalah komunitas yang bersemangat di tengah gemerlap dunia digital yang tidak bisa terhindarkan sekalipun berada di ujung daerah.
Asal ada internet, kita sudah bisa akses berbagai dunia digital yang menyajika berbagai pilihan.
Dari pertemuan kecil yang santai hingga menjadi inisiatif komunitas inklusif, Akal Aksara ingin menjadi komunitas baca untuk pecinta literasi di Sukamara.

Dengan visinya yang sederhana, Akal Aksara menciptakan ruang bagi individu untuk merayakan berbagi ide, dan mendorong budaya literasi dari daerah.
Bangun Budaya Literasi
Visinya yang sederhana, namun kuat untuk menciptakan platform di mana individu dapat bersatu untuk merayakan pengetahuan, berbagi ide, dan mendorong budaya literasi.
Salah satu kekuatan utama Akal Aksara adalah inklusivitasnya.
Komunitas ini ingin mengajak orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, menciptakan lingkungan yang mempertemukan beragam perspektif.
Bagi Anda penikmat buku bacaan, komunitas baca Akal Aksara memberikan ruang untuk terhubung melalui cinta bersama terhadap pengetahuan yang ada di dalam buku.
Selain kumpul untuk baca buku, kamu juga bisa ngobrol bareng teman-teman yang datang dan dapetin informasi dari sudut pandang baru.
Ada banyak informasi dan pengetahuan dalam setiap satu kali pertemuan bareng mereka pecinta literasi.

Rekomendasi tempat nongkrong dengan rasa kopi dan kudapan enak serta ramah kantong juga ada di komunitas, lo.
Baca Juga: Buku Karya Baden Powell tentang Kepanduan Pramuka
Manfaat ikut komunitas baca Akal Aksara
Dari mereka yang punya latar belakang berbeda, kita bisa dapat banyak hal seperti di bawah ini.
Tambah teman
Sebagai salah satu daerah yang masih punya peluang kerja luas, tak heran jika sekarang banyak orang-orang baru/pendatang di Sukamara.
Dari berbagai daerah dan kota ada di Sukamara untuk mencari peluang kerja atau sudah bekerja dan tinggal menetap.
Nah, mereka yang punya hobi baca juga kemungkinan besar tertarik untuk bergabung dengan komunitas.
Lebih percaya diri
Bergabung dengan komunitas baca juga bisa meningkatkan rasa percaya diri.
Pasalnya, di komunitas baca tidak hanya diam dan menikmati bacaannya sendiri.
Tetapi akan lebih aktif berinteraksi langsung atau diskusi untuk menyampaikan gagasan atau pandangannya.
Jaringan bertambah luas
Sebagai sebuah komunitas tentunya terdiri dari berbagai macam orang dengan latar belakang berbeda.
Siapa tau dengan bergabung di sebuah komunitas bisa dapat informasi beasiswa, info menarik, hingga bisnis.
Support system
Berteman dengan siapa saja tentunya bisa bangun support system, sih.
Bukan malah dimatikan pada ketertarikan dan bakat yang dimiliki.
Biasanya, komunitas representatif terhadap hal tersebut.
Untuk mereka yang punya hobi baca buku, membaca buku itu seru dan menyenangkan.
Terlebih jika sudah dapat buku yang tepat dan lingkungan yang saling mendukung.
Dan juga tak perlu khawatir terhadap stereotip dari banyak orang tentang mereka yang hobi membaca, seperti nerd dan introvert.
Bagi kamu yang belum bergabung dalam komunitas baca Akal Aksara di Sukamara atau komunitas baca di daerah mu, yuk, segera gabung!
Baca Juga: 7 Kebiasaan Baik Orang Jepang yang Bisa Kita Tiru
Referensi:
- Punya Perpustakaan Tertinggi di Dunia, Minat Baca di Indonesia Masih Rendah
- Menteri Abdul Mu’ti: 75 Persen Anak Indonesia Bisa Baca, tapi Tak Paham yang Dibaca
- Jakarta Book Party Komunitas Pecinta Buku yang Membangkitkan Semangat Literasi







