Update Terakhir: 8 Mei 2026 oleh Adha Susanto
Estimated reading time: 5 menit
Harga bahan pangan mulai mahal, menghasilkan sumber pangan sendiri dari rumah tangga bisa jadi langkah nyata kamu untuk bertahan saat ini. Nah, Saka Tarunabumi adalah salah satu saka yang memiliki krida untuk hal itu.
Kamu bisa ikuti ragam kegiatannya untuk mencari pengetahuan tentang menanam, merawat, memanen, dan mengolahnya.
Ada banyak program-program bersama anggota untuk mengenal cara berbudidaya tanaman pangan yang bisa menekan pengeluaranmu untuk tidak membeli terus.
Sayang sekali kalau kamu tidak tertarik berkegiatan bersama Saka Tarunabumi.
Sedikit menilik latar belakang berdirinya saka ini tentunya tidak terlepas dari permasalahan yang ada.
Kita tahu bahwa Indonesia yang kita kenal hingga saat ini adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam. Mulai dari laut hingga ke daratan memiliki sumberdaya dan lahan-lahan yang begitu produktif.
Namun, keberadaan sumberdaya yang melimpah masih tidak seimbang dengan kemampuan kita untuk mengolah dan mengelolanya.
Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pemanfaatan sumberdaya alam yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Salah satunya dengan membentuk Saka Tarunabumi
Hingga kini banyak program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan sumberdaya manusia agar mampu mengolah sumberdaya alam.
Kerjasama antar lembaga pun terus di perluas. Salah satunya mengajak Gerakan Pramuka untuk dapat ikut membangun sumberdaya manusia melalui pelatihan keterampilan dan pengetahuan.
Sehingga terbentuklah sebuah usulan untuk mendirikan sebuah satuan karya yang kita kenal sekarang ini.
Baca Juga: Saka Wira Kartika Gerakan Pramuka Indonesia
Tujuan dan Krida Saka Tarunabumi
Dengan terbentuknya Saka Tarunabumi yang bergerak pada pada bidang pertanian tentunya memiliki tujuan utama yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Agar pertanian menjadi roda produktivitas masyarakat untuk mensejahterakan keluarga.
Bergerak dalam bidang pertanian Saka Tarunabumi memiliki lima krida yang menaungi anggotanya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan.
Lima krida itu terdiri dari:
Tanaman pangan
Pada krida ini, anggota mengenal cara berbudidaya tanaman pangan seperti:
- padi,
- jagung,
- kacang kedelan,
- kacang tanah,
- ubi kayu, dan
- ubi jalar.
Krida perikanan
Berbudidaya berbagai macam ikan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari merupakan kegiatan utamanya.
Jadi, pada krida perikanan, anggota akan mengenal ikan berikut ini:
- nila,
- lele,
- belut,
- bandeng,
- mas, dan
- gurami
Krida Peternakan
Sedangkan pada krida peternakan, anggota akan lebih mengenal bagaimana mengelola dan merawat peternakan dengan baik. Agar hasil dari kegiatan peternakan bisa menguntungkan dan menjaga pasokan pangan untuk keluarga hingga masyarakat sekitar.
Ada banyak hewan ternak yang punya nilai jual tinggi, serta mengandung gizi untuk kebutuhan tubuh sehari. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- kambing,
- sapi,
- ayam,
- itik, dan
- puyuh.
Krida Perkebunan
Komoditas perkebunan di Indonesia sangat beragam. Mulai untuk industri pangan, energi, otomotif, hingga kesehatan.
Untuk kamu yang tertarik pada krida perkebunan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan komoditas perkebunan seperti:
- karet,
- panili,
- cokelat,
- kapas,
- tembakau,
- tebu, dan
- kelapa.
Krida Hortikultura
Jenis tanaman pangan hortikultura juga tidak kalah beragam. Bahkan permintaannya juga tinggi.
Bayangin kalau tidak ada buah-buah segar di sekitarmu? Pasti kamu akan kesulitan untuk membuat jus segar dan kaya vitamin.
Bibir bisa jadi pecah-pecah, lalu sariawan, dan kekurangan vitamin. Lalu, bisa saja metabolisme turun.
Untuk kamu yang tidak ingin terjadi, kamu bisa ikut kegiatan menariknya. Pasalnya, ada kegiatan penanaman tanaman hortikultura pada Saka Tarunabumi seperti:
- alpukat,
- tomat,
- jeruk,
- mangga,
- sayur-mayur, dan
- jambu.
Terbentuknya Saka Tarunabumi pada setiap kwarcab atau kwarran berdasarkan atas kebutuhan dan minat dari anggota penegak dan pandega.
Dalam pengusulannya para anggota yang berminat dari beberapa gugus depan telah melakukan kegiatan pertanian secara terus menerus secara bersama-sama.
Ketika terus menerus melakukan kegiatan bersama secara teratur dan konsisten. Selanjutnya dapat mengusulkan pembentukan saka kepada kwartir ranting atau kwartir cabang.
Dan melengkapi sistem keorganisasian saka pada tingkat kwartir ranting/cabang yang terdiri dari:
- Anggota saka
- Pamong saka
- Instruktur saka
- Majelis pembimbing saka
- Dewan saka
- Pimpinan saka kwartir cabang, daerah, dan nasional
- Dewan kehormatan saka
Baca Juga: Pamong Saka Adalah: Syarat dan Tugas
Arti lambang
Bentuk dari logo atau lambang saka seperti pada umumnya yakni berbentuk segi lima yang melambangkan Pancasila.

Pada logo Saka terdiri dari beberapa lambang dan warna yang memiliki arti sebagai berikut:
- Warna dasar hijau tua: Melambangkan pertanian secara luas yang subur dan produktif
- Tulisan berbentuk setengah lingkaran: Melambangkan kegiatan/usaha Tarunabumi tidak mengenal akhir dalam membangun pertanian
- Lambang Kementerian Pertanian: Mencirikan bahwa saka adalah binaan Kementerian Pertanian
- Tunas kelapa: Melambangkan anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna
- Warna putih: Melambangkan air sebagai salah satu sumberdaya alam yang harus lestari keberadaannya
- Warna hitam: Melambangkan tanah yang subu dan gembur dan melambangkan bahwa Tarunabumi yang tekun, cermat, serta cerdik
Baca Juga: Saka Kalpataru: Tujuan dan Kegiatan
Referensi:







